Rumah Murah Kawasan Medan Timur Pu...
di Rumah Dijual di Medan Timur
Harga Hubungi Kami Nego
Rumah Murah Beralamat Griya Martub...
di Rumah Dijual di Medan Labuhan
Harga Hubungi Kami Nego
Rumah di Anugerah Asri Residence M...
di Rumah Dijual di Medan Johor
Harga Hubungi Kami Nego
Mengatasi Rumah Bocor Saat Musim H...
di blog
Harga Hubungi Kami Nego
Tips Cara Bikin Konstruksi Banguna...
di blog
Harga Hubungi Kami Nego
Kelebihan Dan Kekurangan Beli Ruma...
di blog
Harga Hubungi Kami Nego
Rumah Bersubsidi Membantu Pengemba...
di Berita Properti Terbaru Hari Ini
Harga Hubungi Kami Nego
Cara Sistem Jasa Bangun Rumah Boro...
di blog
Harga Hubungi Kami Nego
Rumah Super Mewah di Pusat Kota Me...
di Rumah Dijual di Pusat Kota Medan
Harga Hubungi Kami Nego
Beranda » Blog » Rumah Bersubsidi Membantu Pengembang Atasi Pelemahan Rupiah

Rumah Bersubsidi Membantu Pengembang Atasi Pelemahan Rupiah

Dipublish pada 18 April 2019 | Dilihat sebanyak 0 kali | Kategori: Blog

 

rumah bersubsidi membantu pengembang atasi pelemahan rupiah

Hunian Medan – Menjelang penutupan tahun 2018, Rupiah sempat melemah terhadap Dolar Amerika Serikat dan menyentuh level Rp 15.000. Kondisi tersebut membuat kuatir semua pelaku usaha, termasuk sektor industri properti.

Baru beberapa tahun ini mulai bangkit, dengan adanya pelemahan rupiah maka ini bisa memberikan tekanan akan permintaan properti dan juga sisi pasokan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka langkah yang dilakukan oleh pengembang adalah membangun rumah bersubsidi.

Sesuai dengan arahan dari Ketua Kehormatan Real Estate Indonesia (REI), Lukman Purnomosidi agar setiap pengembang mulai fokus untuk merencanakan pembangunan rumah bersubsidi. Alasan paling utama karena tidak perlu bahan baku impor untuk membangun perumahan bersubsidi.

Selain itu juga, dengan semakin banyaknya pelaku industri properti yang membuat perumahan bersubsidi maka ini juga akan berdampak baik pada perekonomian nasional. Hal ini dapat mendorong penyebaran pembangunan ekonomi serta menghemat devisa.

Rumah bersubsidi sebenarnya memiliki pangsa pasar yang cukup besar, target yang paling jelas adalah PNS kelas bawah seperti yang bekerja di kelurahan, kantor kecamatan, RSUD. Bahkan bisa mendapatkan target untuk setiap kecamatan 100 unit rumah.

Walau demikian, masih saja banyak pelaku industri properti yang masih belum mau untuk melirik peluang perumahan bersubsidi. Apalagi melihat saat sekarang, jika menargetkan pembeli perumahan adalah kaum milineal maka untuk membeli rumah bersubsidi tidak bisa. Bisa dikatakan penghasilan lebih dari batas maksimal pemasukan untuk rumah bersubsidi untuk kaum milineal tidak bisa.

Lukman sendiri menjelaskan bahwa untuk rumah bersubsidi terdapat banyak fasilitas antara lain bebas PPN, PPH dengan nilai 1% dan bunga 5%. Akan tetapi, fasilitas ini bisa didapat untuk pembelian rumah seharga Rp 140 juta.

Untuk membantu kaum milineal maka bisa dibuat klasifikasi baru seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sebagai gambaran apabila ada rumah mulai harga Rp 145 juta hingga Rp 500 juta, maka bisa mendapatkan fasilitas subsidi. Sehingga kaum milineal akan mendapat subsidi 50% dari yang didapat MBR.

baca juga: 4 Strategi Pemerintah Menyediakan Sejuta Rumah

Masyarakat berpenghasilan rendah juga oleh pemerintah akan dibuat kategori lagi, ini agar bisa membantu pemerintah untuk mengatur formulasi batas harga rumah subsidi seperti yang dikatakan oleh Direktur Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Arvi Argiantoro.

Dengan adanya pengaturan yang jelas maka diharapkan batas harga untuk rumah subdisi menjadi lebih rendah sesuai pengelompokan MBR. Pengelompokan yang dibuat ada MBR kelas bawah, kelas menengah dan juga kelas atas.

Seperti halnya kaum milineal yang memiliki penghasilan tanggung, dimana untuk membeli rumah bersubsidi tidak bisa karena melewati batas penghasilan dan untuk membeli rumah non subsidi juga belum sanggup. Oleh karena itu, nantinya kaum milineal akan masuk kategori MBR menengah.

Perumahan subsidi yang akan diberikan bagi kaum milineal agak lebih besar dari MBR kelas bawah dengan memiliki luasnya 45 meter persegi.

Dengan demikian untuk MBR kelas bawah apabila masih ada yang kesulitan membeli rumah di harga Rp 140 juta, diharapkan dengan formulasi baru nantinya harga rumah MBR kelas bawah lebih rendah dari sekarang.

Rumah yang dipersiapkan memang tipe kecil, namun saat penghasilan MBR kelas bawah bertambah maka dibolehkan untuk mendapatkan rumah lebih besar dan tetap bersubsidi.

Kebijakan mengenai formulasi penetapan harga rumah untuk MBR baru keluar pada November 2017 dan akan diberlakukan sampai tahun 2024.

 

Bagikan informasi tentang Rumah Bersubsidi Membantu Pengembang Atasi Pelemahan Rupiah kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

5 Alasan Cari Rumah Sebaiknya ...

di blog
Harga Hubungi Kami Nego

Tips Memilih Warna Cat Rumah M...

di blog
Harga Hubungi Kami Nego

Kelebihan Dan Kekurangan Bisni...

di blog
Harga Hubungi Kami Nego

Rumah 2 lantai di daerah Sidom...

di Rumah Dijual di Medan Deli
Harga Hubungi Kami Nego

7 Tips Hemat Dalam Membangun R...

di blog
Harga Hubungi Kami Nego

Rumah Tinggal di Komplek Kejak...

di Rumah Dijual di Medan Tuntungan
Harga Hubungi Kami Nego
SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!